Simulasi KPR: Cara Menghitung Cicilan, DP, dan Total Bunga
Tim Rumtera··7 menit baca
Banyak calon pembeli menyerahkan perhitungan KPR sepenuhnya ke bank, padahal memahami simulasi sendiri membantu kamu menawar bunga dan memilih tenor yang tepat. Ini dasar cara menghitungnya.
Rumus dasar cicilan
Harga rumah Rp500 juta dengan DP 20% berarti plafon pinjaman Rp400 juta. Dengan bunga efektif 7% per tahun dan tenor 20 tahun, perkiraan cicilan berkisar Rp3,1-3,3 juta per bulan. Angka pastinya tergantung skema bunga dan kebijakan bank.
Bunga flat vs bunga efektif
- Flat: bunga dihitung dari plafon awal, terlihat murah di kertas, tapi total bunga lebih besar.
- Efektif (annuitas): bunga dihitung dari sisa pokok, cicilan di awal lebih besar, mengecil seiring waktu.
- Skema floating: bunga bisa naik/turun mengikuti suku bunga acuan. Siapkan buffer cicilan 15-20%.
Faktor yang memengaruhi cicilan
- DP: semakin besar DP, semakin kecil plafon dan cicilan.
- Tenor: 15 vs 20 tahun, tenor panjang mengecilkan cicilan tapi melipatgandakan total bunga.
- Suku bunga: selisih 0,5% di bunga efektif berarti ratusan ribu rupiah per bulan.
- Biaya di luar cicilan: premi asuransi jiwa, asuransi kebakaran, dan biaya administrasi.
Gunakan simulasi sebelum survey
Setiap agen properti yang baik menyediakan simulasi KPR untuk calon pembeli. Gunakan simulasi tersebut sebagai filter: rumah yang cicilannya lebih dari 30-35% gaji bersih adalah sinyal bahaya, berapa pun daya tarik propertinya. Hitung dulu, survey kemudian.
Kelola listing, lead, dan marketing properti dari satu platform
Coba Rumtera gratis, Fast Listing Mode, WhatsApp Power Pack, dan simulasi KPR dalam genggaman.
Coba Gratis Sekarang